Sering Ada Di Buku Cerita Anak, Inilah Penjelasan Tentang “Legenda”

Mungkin bagi anak tahun 80an masih sering ngedengerin yang namanya dongeng baik di ceritakan oleh ayah atau ibu mereka ataupun di sekolah mereka. Cobadeh yang lahir di tahun 80an sampai 90an, masih pada ingat gak dongeng apa aja yang sering kalian dengar ataupun kalian baca di buku-buku cerita? Hmm kalau mimin sih sering ngebaca atau ngedengerin ibu mimin cerita dongeng dari legenda malin kundang. Pati kalian juga pada tahu dong cerita malinkundang? Konon legenda malin kudang itu memang benar adanya dan terjadi di salah satu provinsi di Indonesia yakni Sumatra barat. Namun apakah kalian pada ngerti apa itu legenda? katanya sih beda ama dongeng. Jika kalian sering mendengar kata legenda namun tidak mengerti apa artinya, yuk mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Apa Yang Dimaksud Dengan Legenda?

Legenda adalah sebuah cerita rakyat yang benar-benar terjadi dan berhubungan dengan peristiwa sejarah yang dihubungkan dengan tokoh sejarah serta adanya keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan dari tokohnya, tetapi tidak dianggap suci atau sakral.

Legenda juga merupakan genre cerita rakyat yang terdiri dari narasi yang menampilkan tindakan manusia yang dirasakan baik oleh teller dan pendengar yang terjadi dalam sejarah manusia. Narasi dalam genre ini dapat menunjukkan nilai-nilai manusia, dan memiliki kualitas tertentu yang memberikan kisah verisimilitude.

Berbeda dengan mite, legenda ditokohi oleh manusia yang ada kalanya memupunyai sifat-sifat luar biasa dan sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib. Legenda juga dapat berubah dari waktu ke waktu, agar tetap segar dan vital, dan realistis. Banyak legenda beroperasi dalam dunia ketidakpastian, tidak pernah sepenuhnya dipercaya oleh para peserta, tetapi juga tidak pernah benar-benar diragukan.

Selain pengertian, ada pula ciri-ciri dari Legenda, antara lain sebagai berikut:

    1. Dianggap sebagai kejadian yang benar-benar terjadi
    2. Bersifat sekuler (Keduniawian) yang terjadi pada masa yang belum begitu lampau dan bertempat didunia seperti yang dikenal
    3. Tokoh Legenda umumnya manusia
    4. Sejarah kolektif yakni merupakan sejarah yang banyak mengalami distorsi karena berbeda dari cerita aslinya
    5. Bersifat Migration atau berpindah-pindah. Hal ini kemudian menyebabkan legenda dari suatu daerah dikenal luas oleh daerah lainnya
    6. Bersifat Siklus, maksudnya menceritakan sebuah tokoh pada zaman tertentu
    7. Banyak mengandung ajaran tentang kebaikan dan kejahatan sehingga dapat dijadikan pedoman hidup

Apa Saja Jenis Legenda Itu?

Legenda-legenda yang terkenal di Indonesia gak cuma satu saja, bahakan ada banyak jenis-jenis yang ada dari setiap daerah di Indonesia. Nah untuk mengetahuinya lebih dalam lagi, berikut ini adalah beberapa jenis legenda yang wajib kalian ketahui.

  • Legenda Keagamaan

Legenda Keagamaan merupakan legenda yang diperani oleh orang-orang yang dianggap suci atau sholeh. Karya semacam itu termasuk folklor karena versi asalnya masih tetap hidup di kalangan masyarakat sebagai tradisi lisan.

Legenda ini menceritakan tentang orang-orang tertentu, misalnya cerita tentang para penyebar Islam yang berada di Jawa yang dikenal dengan sebutan “Walisongo”. Yang memerankan legenda tersebut ialah manusia biasa, dan tokohnya memang benar-benar ada, akan tetapi dalam uraian ceritanya ditampilkan sebagai figur-figur yang memiliki kesaktian. Kesaktian yang mereka miliki digambarkan seperti diluar kebatasan manusia biasa.

Tokoh yang berperan dalam Legenda Walisongo ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Sebutan Legenda Walisongo berarti Sembilan dalam arti jumlah, tetapi angka Sembilan itu sebagai angka sakral. Mereka berada ditempat-tempat tertentu yang memandang kedudukan atau derajat dari tokoh yang berperan dalam Legenda Walisongo.

  • Legenda Alam Gaib

Legenda Alam Gaib merupakan legenda yang berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami  oleh seseorang. Fungsi legenda ini ialah untuk meneguhkan kebenaran “takhyul” atau sering disebut dengan “Kepercayaan rakyat”. Jadi legenda alam gaib ialah cerita-cerita pengalaman seorang dengan makhluk-makhluk gaib, hantu-hantu, siluman, gejala-gejala gaib dan sebagainya.

Legenda Alam Gaib bisa dikatakan seperti legenda yang ada didaerah Jawa Barat, yang mengenai tentang mandor Kebun Raya Bogor yang menghilang lenyap begitu saja sewaktu bertugas di Kebun Raya.

Menurut kepercayaan penduduk setempat, hal itu disebabkan telah terjadinya pelangkahan setumpuk batu bata yang merupakan bekas pintu gerbang Kerajaan Penjajaran. Pintu gerbang itu, menurut kepercayaan penduduk setempat terletak disalah satu tempat yang berada kebun raya.

Oleh karenanya, penduduk disana juga menasihati pengujung yang datang ke Kebun Raya agar agar tidak melangkahi tempat-tempat yang berbahaya seperti tumpukan-tumpukan batu bata tua, karena kemungkinan bahwa disanalah bekas pintu gerbang kerjaan zaman dahulu itu. Jika melanggarnya, maka kamu akan masuk ke daerah gaib dan tidak dapat pulang lagi ke dunia nyata.

  • Legenda Perorangan

Legenda perorangan merupakan cerita yang mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap benar-benar terjadi. Di Indonesia legenda semacam ini banyak sekali misalnya Sabai nan Aluih dan Si Pahit Lidah dari Sumtra, Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah, Suramenggolo dari Jawa Timur serta Jayaprana dan Layonsari dari Bali serta legenda Panji dari Jawa Tengah.

Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur berlatar zaman Kediri (1104-1222) yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain. Cerita Panji sendiri juga mengalami anakronisme, yakni mencampurkan latar belakang Singasari (1222 sampai 1293). Sulit untuk memaparkan cerita Panji, karena banyaknya versi yang terus ditulis tiap zamannya maupun satu wilayah ke wilayah lain. Belakangan diketahui terdapat delapan versi tentang cerita Panji.

Beberapa cerita yang tergolong ke dalam cerita panji misalnya “Ande-Ande Lumut” (dongeng Cinderella ala Jawa), Kethek Ogleng (seorang pangeran disihir menjadi seekor kera), “Cerita Sri Tanjung”, “Jayaprana dan Layongsari”.

  • Legenda Lokal (Setempat)

Legenda lokal merupakan legenda yang berhubungan dengan nama tempat  seperti terjadinya gunung, bukit, danau dan sebagainya. Misalnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ajisaka di Jawa Tengah dan Desa Trunyan di Bali.

Nah, dari legenda lokal kita bisa mengambil contoh dari Legenda Sangkuriang yang bermula dari seorang dewa dan seorang dewi yang dikarenakan melakukan kesalahan yang dibuatnya di kayangan, akhirnya harus menjalani hukuman di dunia.

Keduanya dihukum untuk berbuat kebaikan dalam hidupnya di bumi dalam bentuk seekor babi hutan dan seekor anjing. Babi hutan jelmaan dewi itu bernama Wayung Hyang, sedangkan anjing jelmaan dewa itu bernama Tumang. Wayung Hyang karena dihukum sebagai babi hutan atau celeng, maka ia berusaha melakukan berbagai kebaikan di dalam sebuah hutan. Sementara Tumang, sang anjing jelmaan dewa itu mengabdi sebagai anjing pemburu pada seorang raja yang bernama Sumbing Perbangkara.

Struktur Yang Terdapat Pada Legenda

Tak cuma jenisnya saja legenda yang beredar di Indonesia juga memiliki yang namanya struktur. Legenda memiliki 4 struktur, yaitu Orientasi, Komplikasi, Resolusi serta Koda. Berikut penjelasannya:

  • Orientasi, merupakan bagian awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Biasanya berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan. Contohnya seperti “Pada zaman dahulu hiduplah seekor rusa yang sedang berjalan di padang rumput yang hijau dengan penuh kebahagiaan dihidupnya, karena ia baru saja mendapatkan tempat baru dengan sumber makanan yang melimpah”.
  • Komplikasi, merupakan Konflik atau permasalahan dari suatu cerita yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita. Contohnya seperti “Setelah sekian lama, Singa dan beruang keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan. Mereka berdua mulai mengejar mangsa sasaran mereka. Akan tetapi, tanpa disadari mereka mengejar mangsa yang sama, seekor anak rusa. Anak rusa itu tertangkap dengan mudah. Singa dan Beruang pun bertengkar memperebutkan anak rusa tersebut”.
  • Resolusi, merupakan bagian yang berisi pemecahan masalah, dimana sang tokoh utama mendapatkan ide untuk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi. Contohnya seperti “Sang semut berterimakasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji”.
  • Koda, merupakan bagian terakhir dari suatu cerita yang berisi perubahan pada tokoh utama yang diambil dari cerita tersebut. Contohnya seperti “Ikan yang cemas dahulu dan bertindak sebelum nelayan datang dan ikan yang tertindak ketika nelayan datang bershasil selamat. Tetapi ikan yang mempercayakan hanya pada keberuntungan dan tidak berbuat apa-apa semuanya mati. Begitu juga pada kehidupannya”.

“Pengetahuan adalah warisan yang mulia, budi pekerti ibarat pakaian yang baru dan pikiran ibarat cermin yang bening (jernih)”. Sekian artikel mengenai Legenda, semoga dapat menambah wawasan Anda.