Pentingnya Pendidikan Bagi Semua Orang Untuk Meraih Kesuksesan

Mempunyai wajah yang cantik dan tampan tidak akan menentukan akan kesuksesan. Kenapa? Selain itu, kamu juga harus mempunyai ilmu yang dapat membantu kamu masuk dalam dunia kesuksesan. Ya, Pendidikan saat ini memanglah sangat penting karena bukan hanya dapat membantu kamu menjadi sukses bahkan bisa membuat negara ini bisa maju dengan adanya pemikiran-pemikiran yang rasional. Nah, kali ini saya akan menjelaskan mengenai apa itu pendidikan dan apa saja jenis-jenis dalam pendidikan. Yuk mari simak ulasan berikut ini.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan dimana proses menuntut ilmu pengetahuan dengan memfasilitasi pembelajaran, atau perolehan pengetahuan, penelitian, pelatihan, keterampilan, nilai, keyakinan, dan kebiasaan. Metode pendidikan termasuk mendongeng, diskusi, pengajaran, pelatihan, dan penelitian terarah.

Pendidikan terjadi dalam bimbingan dari pendidik yang mengajarkan berbagai jenis ilmu yang diajarkan kepada pelajar. Dengan adanya pendidikan para pelajar bisa memiliki pengalaman yang disertakan ilmu yang membuat dia memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau bertindak dapat dianggap sebagai pendidikan.

Pendidikan juga mempunyai beberapa unsur, antara lain sebagai berikut:

  1. Subjek yang dibimbing (peserta didik)
  2. Orang yang membimbing (pendidik)
  3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
  4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
  5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
  6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
  7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Selain itu, pendidikan mempunyai tujuan tersendiri, yaitu:

Tujuan Pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat dalam berbagai lingkungan. Serta Pendidikan juga mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab.

Sejarah Singkat Pendidikan

Pendidikan dimulai pada masa Prasejarah, ketika orang dewasa melatih kaum muda dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan yang dianggap perlu dalam masyarakat mereka. Dalam masyarakat Praliterasi, ini dicapai secara lisan dan melalui peniruan yang bercerita tentang melewati pengetahuan, nilai, dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya

Secara Etimologi, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan “Education”, yang dalam bahasa latin berarti “Pendidikan” atau disebut dengan “Educatum” yang tersusun dari dua kata yaitu “E” dan “Duco”. Dimana kata “E” berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan “Duco” berarti perkembangan.

Jadi, secara Etimologi pengertian Pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Jenis-jenis Pendidikan

Berikut ada beberapa jenis pendidikan antara lain pendidikan formal, nonformal dan informal. Berikut penjelasannya:

  • Pendidikan Formal

Pendikan Formal yaitu pendidikan yang terstruktur dan berjenjang dan mengikuti syarat-syarat yang jelas. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, merupakan perangkat yang berkewajiban memberikan pelayanan kepada generasi muda dalam mendidik warga negara. Pendidikan formal juga terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta. Berikut beberapa ciri-ciri dari Pendidikan Formal:

  1. Memiliki jenjang tertentu, seperti TK, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi.
  2. Ijazah yang diperoleh memiliki nilai untuk melanjutkan sekolah dan melamar pekerjaan disuatu tempat yang diinginkan.
  3. Mempunyai kurikulum.
  4. Sistemnya terstruktur.

Dibawah ini juga ada beberapa satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal, yaitu:

  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Raudatul Athfal (RA)
  3. Sekolah Dasar (SD)
  4. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  5. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  6. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  7. Sekolah Menengah Atas (SMA)
  8. Madrasah Aliyah (MA)
  9. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  10. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  11. Perguruan tinggi
  12. Akademi
  13. Politeknik
  14. Sekolah Tinggi
  15. Institut
  16. Universitas

Kelebihan Pendidikan Formal:

1. Melatih kemampuan akademis
2. Sarana pengembangan diri dan berkarakter
3. Jenjang pendidikan diakui oleh negara dengan standar nasional umum
4. Sarana pengembangan diri dan kreativitas
5. Membangun jaringan sosial dan persahabatan

Kekurangannya yaitu:

1. Bersifat kaku dan tidak fleksibel
2. Formalitas

  • Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Berikut beberapa ciri-ciri dari Pendidikan Nonfrmal:

  1. Bersifat resmi
  2. Ada yang tidak bersifat resmi, misal ada orang yang dengan ikhlas mengajarkan anak-anak miskin seperti pengemis atau pemulung untuk mengajar dan membagi ilmu.
  3. Tempat pembelajaran diluar gedung
  4. Bisa sebagai penunjang atau membantu seperti lembaga pendidikan primagama, neutron, ugama, ganesha, dan sebagainya)
  5. Tidak memiliki jenjang tertentu
  6. Dapat diikuti oleh segala usia
  7. Mendapatkan sertifikat, misal yang mengikuti kursus computer, maka akan mendapatkan sertifikat
  8. Mendapat ijazah, misal yang mengikuti kejar paket (paket A, paket B, paket C)
  9. Dapat dilakukan oleh Pemerintah atau Swasta

Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan seumur hidup. Pendidikan nonformal berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikan dan kepribadian profesional.

Pendidikan nonformal juga meliputi beberapa pendidikan, yiatu:

  1. Pendidikan kecakapan hidup
  2. Pendidikan anak usia dini
  3. Pendidikan kepemudaan
  4. Pendidikan pemberdayaan perempuan
  5. Pendidikan keaksaraan
  6. Pendidikan keterampilan
  7. Pelatihan kerja
  8. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A (setara jenjang SD), Paket B (setara jenjang SMP), dan Paket C (setara jenjang SMA)

Berikut juga satuan pendidikan penyelenggara pendidikan nonformal, diantaranya:

  1. Kelompok bermain (KB)
  2. Taman penitipan anak (TPA)
  3. Lembaga kursus
  4. Sanggar
  5. Lembaga pelatihan
  6. Kelompok belajar
  7. Pusat kegiatan belajar masyarakat
  8. Majelis taklim

Kelebihan Pendidikan Nonfrmal:

  1. Biaya yang lebih murah
  2. Lebih berguna dalam kehidupan masyarakat
  3. Bersifat fleksibel
  4. Menyesuaikan perkembangan lingkungan
  5. Jadwal kegiatan disesuaikan dengan ekonomi masyarakat
  6. Menambah teman serta wawasan

Kekurangan Pendidikan Nonformal:

  1. Kurangnya koordinasi
  2. Kurangnya sinkronisasi atau penyesuaian materi karena setiap lembaga nonformal mempunyai metode dan cara yang berbeda tapi serupa
  3. Tidak meratanya tenaga pengajar atau pendidik
  4. Kurang maksimalnya aplikasi dilapangan
  5. Status lulusan nonformal dianggap lebih rendah dari lulusan formal
  6. Kurangnya tenaga pendidik professional
  7. Kurangnya motivasi peserta didik
  8. Kelulusannya dianggap lebih rendah
  • Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Berikut juga ada beberapa ciri-ciri dari Pendidikan Informal, yaitu:

  1. Bersifat tidak resmi
  2. Biasanya berupa nasihat lisan dan perbuatan
  3. Tidak terpaku pada jenjang tertentu
  4. Tidak terpaku pada jenis pendidikan tertentu
  5. Tempat pembelajaran bisa dimana saja
  6. Tidak ada persyaratan
  7. Tidak berjenjang
  8. Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara formal
  9. Tidak ada ujian
  10. Tidak ada lembaga sebagai penyelenggara

Apa Saja Jenjang Dalam Pendidikan?

Dunia pendidikan ada yang dimulai dari Tk, Sd, Smp, Sma atau Smk dan perguruan tinggi. Berikut penjelasannya:

1. Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTS), adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal yang ada dinegara Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun.

3. Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun.

4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK, terdapat banyak sekali Program Keahlian antara lain Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Pariwisata, Tataboga, Teknik Mesin, Kimia Analisa, dan sebagainya.

5. Perguruan Tinggi (Universitas), adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.

Didalam perguruan tinggi ada terdapat beberapa jenis didalamnya, yaitu:

  1. Akademi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu.
  2. Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi dalam sekelompok yang disiplin dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
  3. Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pasca sarjana.
  4. Sekolah tinggi dalam pendidikan adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau vokasi dalam satu lingkup disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan apabila memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
  5. Politeknik atau sering disamakan dengan institut teknologi adalah penamaan yang digunakan dalam berbagai institusi pendidikan yang memberikan berbagai jenis gelar dan sering beroperasi pada tingkat yang berbeda-beda dalam sistem pendidikan.

Fungsi Pendidikan

 

Pendidikan sangatlah penting bagi semua orang, karena kalau tidak adanya pendidikan maka negara tersebut tidak akan maju dan sukses. Berikut ada beberapa fungsi pendidikan, antara lain sebagai berikut:

  • Memberikan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat turut aktif mengambil bagian dalam proses demokrasi.
  • Mengembangkan bakat yang ada pada setiap orang untuk kepentingan pribadi dan masyarakat.
  • Mempersiapkan seluruh masyarakat agar mudah mendapat uang.
  • Untuk melestarikan kebudayaan dan menjaga nilai-nilai luhur, norma dan hukum yang berlaku pada masyaralat dan negara.
  • Mengurangi pengontrolan orang tua, dengan menggunakan mekanisme pendidikan yang ada disekolah dan peran orang tua digantikan oleh pendidik untuk mendidik anaknya disekolah.
  • Sebagai sarana untuk mengakomodasi segala kesalahpahaman yang berujung pada perselisihan karena adanya perbedaan pandangan antara pihak umum dan pihak sekolah dalam beberapa nilai tertentu seperti hadirnya pendidikan seks dan sebagainya.
  • Menjaga sistem kelas pada masyarakat. Dimana pendidikan sebagai sarana siswa dalam melangkah pada tahapan selanjutnya, sehingga mendapatkan status sosial yang sama atau lebih tinggi dari orang tuanya walaupun disekolah telah mengajarkan untuk bisa menerima perbedaan status dimasyarakat.
  • Memperpanjang masa remaja pada seseorang sebab peserta didik masih dianggap tergantung secara finansial dan psikologis pada orang tuanya.
  • Menanamkan beberapa ilmu seperti berdemokrasi, berpolitik dan sebagainya agar bisa berpartisipasi dalam membangun suatu negara.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai Pendidikan ya guys.. Ketahuilah, Pendidikan adalah pembelajaran mengenai pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Sekian dan tunggu artikel selanjutnya yaa..