Mengenal Istilah Siklus Akuntansi Yang Diajarkan Sewaktu Masa Sekolah

Dunia pendidikan memanglah sangat penting untuk anak usia dini. Dimulai dari mengenal huruf, angka, dan cara pengucapannya. Dibalik itu semua, dunia pendidikan menyediakan banyak ilmu yang akan diajarkan kepada anak muridnya. Salah satu ilmu itu ialah mengenai angka yang sering kali digunakan dalam berhitung. Tapi, kali ini saya akan menjelaskan mengenai ilmu yang bersangkutan dengan angka. Ilmu apakah itu? Yah, ilmu tersebut ialah Ilmu Akuntansi. Hmm mungkin bagi kalian yang berada di jurusan Akuntansi sudah tidak asing lagi dengan pelajaran yang satu ini bukan?

 

Akuntansi, yang telah disebut sebagai “Bahasa bisnis” yang mengukur tentang hasil kegiatan ekonomi perusahaan dan juga menyampaikan informasi kepada berbagai pengguna, termasuk investor, kreditor, manajemen, dan regulator.

Tapi perlu diketahui, pelajaran Akuntansi yang diajarkan sewaktu SMA/SMK itu sama dengan apa yang diajarkan sewaktu kuliah, hanya saja Akuntansi yang diajarkan sewaktu sekolah hanya dasarnya saja dan pada saat masa kuliahlah Akuntansi dikembangkan.

Nah kali ini kita akan bahas tentang siklus Akuntansi yang dimana kita bisa mengetahui apakah suatu perusahaan tersebut mengalami kerugian ataupun keuntungan. Yuk mari simak ulasan berikut ini.

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang bisa dipertanggung jawabkan dan diterima secara umum dengan prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur, metode, serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang diada pada ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu. Berikut ada siklus akuntansi, antara lain sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Transaksi

Dalam siklus akuntansi, kamu harus melakukan langkah awal untuk memulainya yaitu mengidentifikasi atau meneliti transaksi apa saja yang telah berlangsung selama satu periode.

2. Memposting Transaksi Yang Sudah Diteliti dari Jurnal ke Buku Besar

Setelah meneliti transaksi apa saja yang terjadi pada suatu perusahaan, maka langkah selanjutnya ialah memindah bukukan transaksi tersebut kedalam jurnal lalu diletakkan ke buku besar agar mengetahui saldo yang sebenarnya.

  • Jurnal merupakan aktivitas yang mencatat transaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar. Tempat untuk mencatat dan meringkas transaksi tersebut disebut dengan buku jurnal.
  • Posting merupakan aktivitas memindahkan catatan yang ada pada buku jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan jenis transaksi dan nama perkiraan masing-masing.
  • Buku besar merupakanm kumpulan dari semua perusahaan yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan merupakan suatu kesatuan.

3. Menyusun Neraca Saldo 

Setelah dua hal diatas dilakukan, maka langkah berikutnya yaitu menyusun Neraca Saldo (NS). Neraca saldo berisi daftar akun-akun yang digunakan beserta nilai saldo yang fungsinya untuk membuktikan bahwa sisi sebelah debit dan kredit telah balance (sebanding).

4. Membuat Jurnal Penyesuaian Lalu Memindahkannya Kembali Ke Buku Besar

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan semua saldo-saldo yang diperkiraan (akun) untuk menunjukkan keadaan yang sebenarnya sebelum dilakukannya penyusunan laporan keuangan. Setelah selesai melakukan jurnal penyesuaian, maka pindahkanlah masing-masing akun ke dalam buku besar agar mengetahui nilai saldo yang sebenarnya.

5. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Neraca saldo setelah penyesuaian merupakan saldo yang masih ada pada buku besar yang telah disesuaikan. Saldo yang terdapat pada kolom adalah hasil dari pengurangan atau penambahan dari kolom jurnal penyesuaian.

6. Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan catatan dari informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat penguji pekerjaan bagian pembukuan yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, menganalisa dan menyusun perencanaan kegiatan perusahaan, mengendalikan perusahaan, dasar pembuatan keputusan dalam perusahaan, dan sebagai pertimbangan dan pertanggung jawaban pada pihak Ekstern.

Ada pula tujuan dibuatnya laporan keuangan untuk mempermudah pencarian informasi mengenai posisi keuangan perusahaan seperti keadaan harta, utang, dan modal perusahaan. Pada umumnya, laporan keuangan meliputi laporan Laba atau Rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. Berikut penjelasannya:

  1. Laporan Neraca, adalah laporan yang berisi posisi keuangan perusahaan meliputi aset, utang dan modal pada periode akuntansi tertentu.
  2. Laporan Laba Rugi, adalah laporan yang menyajikan perhitungan atas semua pendapatan dan biaya perusahaan. Terdiri dari seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi dengan semua beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.
  3. Laporan Perubahan Modal, adalah laporan yang menyajikan perubahan posisi modal perusahaan.
  4. Laporan Arus Kas, adalah laporan yang menyajikan aliran dana kas masuk dan keluar perusahaan pada aktivitas investasi, operasional, dan pendanaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

7. Membuat Jurnal Penutup dan Memindahkannya Ke Buku Besar

Jurnal penutup merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menutup akun-akun nominal sementara. Akibat penutupan ini, saldo akun-akun tersebut akan menjadi 0 (nol) pada awal periode akuntansi. Akun yang ditutup adalah akun nominal dan akun pembantu modal.

Yang termasuk akun nominal adalah pendapatan dan beban, sedangkan akun pembantu modal adalah prive dan ikhtisar laba/rugi. Setelah jurnal penutup diposting ke setiap akun, maka yang tersisa adalah perkiraan riil (assets, liabilities, capital/equity).

Ada pula tujuan dari jurnal penutupan ialah:

  • Menutup saldo yang terdapat pada semua perkiraan sementara, sehingga perkiraan tersebut menjadi 0 (nol).
  • Agar saldo akun modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode, sehingga saldo akun modal akan sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dineraca.
  • Memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban agar tidak bercampur dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya.
  • Menyajikan neraca awal periode berikutnya setelah dilakukan penutupan buku.
  • Mempermudah ketika dilaksanakan pemeriksaan, karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi antara periode sekarang dengan transaksi pada periode akuntansi selanjutnya.
  • Menyajikan informasi keuangan yang sebenarnya (riil) dari suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup). Akun yang sesungguhnya terdiri atas harta, kewajiban, dan ekuitas.

Setelah membuat jurnal penutup, jangan lupa pula kamu memindahkannya lagi ke buku besar agar mengetahui saldo yang sebenarnya.

8. Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca Saldo setelah penutupan merupakan neraca saldo yang disusun setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau dinolkan saldonya dengan cara membuat jurnal penutup. Tujuan dari neraca saldo setelah penutupan ialah agar kita bisa melihat apakah akun telah seimbang (balance) untuk selanjutnya memulai kegiatan akuntansi pada periode baru.

Neraca saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil seperti harta, utang, dan modal. Neraca saldo setelah penutupan berguna untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debit dengan kredit pada akun-akun buku besar setelah dilakukannya penutupan.

9. Jurnal Pembalik

Langkah yang terakhir ialah jurnal pembalik, yang merupakan jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan pada akun neraca. Jika tidak dibalik maka akan terjadi akun ganda. Dengan kata lain, jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.

Ada beberapa fungsi dilakukannya jurnal pembalik, antara lain sebagai berikut:

  • Mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode yang baru, terutama saat berhubungan dengan ayat jurnal penyesuaian.
  • Menyederhanakan penyusunan jurnal pada periode berikutnya. Jurnal pembalik dapat memberikan manfaat bila perusahaan membuat ayat jurnal yang jumlahnya banyak.
  • Meminimalkan kesalahan atau kekeliruan yang mungkin bisa terjadi, seperti menghindari pengakuan biaya atau pendapatan yang menjadi dua (double) karena penyusunan ayat jurnal penyesuaian.

10. Neraca Akhir

Neraca akhir merupakan neraca yang dijadikan sebagai hasil dari penutupan yang harus sesuai dengan saldo buku besar.

Nah itulah pembahasan mengenai siklus akuntansi yang diajarkan sewaktu SMA/SMK. Memang menyusun siklus ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan membutuhkan konsentrasi yang banyak agar cepat selesai. Demikian pembahasan mengenai “Siklus Akuntansi”. Tunggu artikel selanjutnya ya.