Diakui Terbaik Di Dunia, Beginilah Sistem Pendidikan Di Finlandia

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk ditekuni. Ya, pendidikan memang sangat penting untuk kehidupan manusia. Setiap negara pasti memiliki sistem pendidikan atau pembelajaran yang berbeda-beda. Nah dalam artikel ini kita akan membahas sistem pendidikan yang ada di negara Finlandia. Negara tersebut memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia lho. Lalu apa yang membuat sekolah di sana mendapat predikat tersebut? Yuk, langsung aja kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Pendidikan Di Finlandia

Tak ada yang menyangkal kalau sistem pendidikan di Finlandia diakui menjadi yang terbaik di dunia. Ya, berbicara keberhasilan pendidikan, orang sering merujuk ke sebuah negara kecil di Eropa utara yaitu Finlandia. Mengapa? Karena negeri berpenduduk 6 juta jiwa itu sangat masyhur dengan kemajuan pendidikannya.

Tahukah kamu bagaimana sistem pendidikan yang ada di Finlandia sana? Sistem pendidikan di Finlandia: “Sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, tak ada ujian nasional (UN) dan sebagainya”.

Lalu bagaimana bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia? Dan yang lebih mencengangkan adalah siswa-siswa Finlandia selalu memperoleh peringkat atas pada tes PISA atau Programme for International Student Assessment.

Menurut Guru Besar pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia bahwa “Pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Kami sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Ini pada awal-awal tingkat sekolah,” kata Profesor Erno Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku Finlandia.

Salah satu elemen penting dalam pendidikan adalah guru karena ia yang bertugas untuk mengajar, mendidik, melatih, membimbing, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi murid-muridnya di sekolah. Sehingga sekolah-sekolah harus memiliki guru yang berkualitas.

Nah salah satu kunci Finlandia menjadi negara dengan predikat sistem pendidikan terbaik di dunia karena memiliki guru yang berkualitas. Menurut salah satu sumber, guru-guru di Finlandia harus melalui seleksi dan pelatihan yang cukup ketat.

Tak sembarang orang yang dipilih untuk menjadi guru di negara tersebut. Guru-guru dilatih agar dapat memilih metode apa yang akan mereka gunakan di dalam kelas. Guru-guru juga bebas dari persyaratan eksternal seperti adanya inspeksi, pengujian standar dan kontrol dari pemerintah. Finlandia sudah meniadakan proses inspeksi sekolah sejak tahun 1990-an.

Selain itu, kolaborasi guru dan orang tua murid juga hal yang sangat penting. Kualitas guru yang tinggi serta memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi salah satu kunci bagi Finlandia untuk selalu berada di puncak sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia sejak tahun 2000.

Benarkah Indonesia Sudah Mengikuti Sistem Pendidikan Finlandia? Ya beberapa waktu lalu, sistem di Negeri Nordik itu hendak diikuti Indonesia. Namun bila diselisik, prinsip dasar pendidikan di Indonesia masih jauh berbeda dengan Finlandia.

Fakta Sistem Pendidikan Di Finlandia

Banyak yang membandingkan pendidikan di Finlandia dengan sistem pendidikan di negara-negara lain. Nah pengen tahu seperti apa hebatnya pendidikan di Finlandia? Berikut ini adalah fakta sukses sistem pendidikan Finlandia:

  • Usia Masuk Sekolah Harus 7 Tahun

Di Finlandia, usia masuk sekolah harus 7 tahun. Karena jika usianya kurang dari tujuh tahun, maka akan membuat tekanan atau stres saat sekolah. Mereka percaya bahwa usia 1 sampai 5 tahun adalah waktu untuk bermain bukan untuk sekolah.

Sedangkan di Indonesia, beberapa sekolah membolehkan anak belum genap usia 7 tahun bahkan 6 tahun masuk sekolah dasar. Dengan usia yang belum matang betul untuk mengenyam pendidikan di sekolah dasar, anak akan jenuh dan cenderung tak optimal mengenyam pendidikan.

Orang Finlandia percaya bahwa anak-anak bisa belajar dan mengembangkan diri melalui bermain, berimajinasi dan bersosialisasi dengan usia sebayanya. Karena itu, masa pra-sekolah di Finlandia yang dimulai pada usia 5 tahun, lebih menekankan pada bermain dan bersosialisasi.

  • Waktu Istirahat

Di Finlandia, warga di sana yakin bahwa kemampuan terbaik seorang anak saat menyerap ilmu baru adalah dengan kestabilan antara dua sisi, belajar dan bermain. Caranya yaitu dengan membuat sistem 45 menit belajar, serta 15 menit untuk bermain.

Ya, pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Di sana sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Siswa wajib istirahat entah makan atau melakukan aktifitas yang dapat merefresh otaknya. Maka dari itu, setiap menerima jam pelajaran baru, mereka tidak ada yang mengantuk atau bosan.

  • Sedikit Ujian dan Tidak Ada PR

Di Finlandia, setiap 12 anak diajar oleh 1 guru. Dengan begitu, kesempatan anak-anak untuk berinteraksi dengan gurunya lebih besar. Begitu juga sebaliknya, guru bisa lebih mengenal dan berinteraksi dengan muridnya. Finlandia juga tidak mengenal ujian nasional.

Tidak ada tes wajib bagi siswa hingga usia 17-19 tahun. Guru-lah yang melakukan penilaian kepada siswa-siswa mereka. Penilaian itu pun bukan bahan untuk kelulusan, peringkat ataupun naik kelas, melainkan sekedar informasi untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Selain itu, siswa di Finlandia tidak dibebani dengan pekerjaan rumah (PR) yang berat.

  • Tidak Ada Perbedaan Kelas Antara Murid Pintar dan Tidak

Kelas di Finlandia di samaratakan, tidak ada istilah kelas unggulan atau kelas favorit. Karena bagi mereka, tidak ada siswa yang berada di bawah unggulan, karena status mereka sama yaitu pelajar. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki kelas akselerasi, kelas regula dan juga kelas internasional.

  • Sekolah Sepenuhnya Didanai Negara

Sekolah merupakan sesuatu yang nomor satu di Finlandia, pemerintah mengutamakan pendidikan masyarakatnya. Semua sekolah di Finlandia didanai oleh negara. Dengan begitu, sistim pendidikan Finlandia membuka ruang-ruang selebar-lebarnya bagi setiap warga negaranya untuk bisa mengakses pendidikan terbaik dan berkualitas.

Selain mensubsidi penuh sekolah-sekolah, negara juga memberikan makan siang, layanan kesehatan dan angkutan umum gratis untuk pelajar. Pemerintah Finlandia percaya bahwa pendidikan dapat menciptakan masyarakatnya menjadi lebih maju dalam membangun negaranya.

  • Semua Guru Harus Magister

Tidak hanya fasilitas sekolah dan sistem pendidikan yang diperhatikan, guru yang ditugaskan untuk mengajar pun harus kompeten. Setidaknya, setiap calon guru harus mengenyam pendidikan minimal bergelar Magister sehingga akan membawa pengaruh teramat baik pula terhadap muridnya.

Di Finlandia sangat menjunjung tinggi profesi yang satu ini, dimana guru minimal harus lulusan magister dan dari universitas terbaik. Biaya pendidikan menjadi guru pun ditanggung pemerintah, karena itu Finlandia memiliki banyak sekali guru yang berkualitas tinggi.

  • Metode Pengajaran Yang Inovatif

Metode Pembelajaran yang inovatif dipercaya akan membuat suasana belajar yang tak membosankan dan meningkatkan motorik murid pula. Sekarang ini Finlandia sedang menjalankan revolusi metode pengajaran, yakni mulai menggantikan metode konvensional “mengajar dengan subjek” menjadi “mengajar dengan topik/fenomena”.

Dalam metode lama, siswa belajar dengan satu subjek tertentu per mata pelajaran seperti sejarah, geografi, fisika, matematika, bahasa dan lain-lain. Dalam metode yang baru, pengajaran berbasiskan topik atau fenomena, pelajar akan belajar banyak subjek sekaligus. Sebagai misal, topik tentang Uni Eropa, di dalamnya ada soal sejarah, geografi, bahasa dan ekonomi.

  • Di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari

Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.

  • Tidak Ada Kompetisi

Sistim pendidikan Finlandia tidak mengenal kompetisi dan sistim peringkat. Tidak ada persaingan antar sekolah. Tidak ada istilah guru terbaik. Semua didorong bekerjasama satu-sama lain untuk kemajuan pendidikan. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.

  • Guru Diberi Otonomi Dalam Mengajar

Finlandia punya standar nasional yang mirip dengan Common Core State Standards. Namun, guru sepenuhnya diberi kebebasan membuat kurikulum sendiri dan menerjemahkan standar itu. Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka.

Guru di Finlandia hanya mengajar selama 4 jam perhari. Kemudian selama 2 jam mereka mengembangkan kurikulum dan menilai kemajuan siswa. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.

Ya itu dia sistem pendidikan yang ada di Finlandia, negara kecil namun bisa menjadi contoh yang baik dalam dunia pendidikan untuk banyak negara lainnya. Nah marilah kita sama-sama mendukung negara kita Indonesia agar dapat menjalankan sistem pendidikan seperti Finlandia. Supaya anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang tak kalah jauh tertinggal lagi.