Bagaimana Cara Meningkatkan Minat Belajar Pada Anak? Yuk, Simak Disini

Memiliki anak yang pintar dan cerdas adalah hal yang sangat diinginkan semua orang tua. Banyak orang tua menyekolahkan anaknya meskipun masih usia balita agar sang anak semakin pintar. Akan tetapi, di zaman sekarang ini yang penuh dengan kecanggihan teknologi atau gadget, masih adakah anak-anak yang masih semangat belajar atau membaca buku?

Karena kebanyakan anak sekarang lebih mementingkan bermain gadget. Hampir sebagian orang tua merasa was-was dengan keadaan sekarang ini. Untuk itu dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara untuk meningkatkan belajar anak. Yuk langsung aja simak di bawah ini.

Pengertian Belajar

Belajar bisa diartikan sebagai aktifitas mental atau ( psikis ) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara individu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek seperti kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan / peningkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.

Belajar juga dapat diartikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Agar kegiatan belajar mencapai hasil yang optimal, maka diusahakan faktor penunjang seperti kondisi peserta didik yang baik, fasilitas dan lingkungan yang mendukung serta proses belajar mengajar yang tepat. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja.

Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

Belajar merupakan salah satu kegiatan yang seringkali sulit dilakukan oleh anak-anak khususnya mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Belajar memang memiliki banyak manfaat, namun kegiatan ini dianggap membosankan, dianggap sulit untuk dilakukan dan lainnya. Nah berikut ini adalah cara bagaimana meningkatkan belajar anak:

  • Menjadikan anak aktif

Anak yang aktif sangat disenangi oleh orang tua dan guru. Dalam proses belajar anak yang aktif tidak hanya menerima apa yang dikatakan oleh gurunya. Dimana anak yang aktif akan lebih banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Selain itu anak yang aktif juga akan lebih sering menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh gurunya.

Mendidik anak menjadi anak yang aktif dapat meningkatkan belajar anak. Ini karena saat anak aktif dalam proses belajar maka dia akan mendapatkan lebih banyak ilmu dari pada anak yang tidak aktif. Selain itu anak yang aktif sangat disukai dalam proses belajar mengajar.

  • Belajar sambil bermain

Belajar sambil bermain adalah teknik yang sangat baik karena pada usia mereka adalah usia bermain dan sekaligus belajar mengembangkan kreatifitas dan keterampilan motoriknya. Fakta menyatakan bahwa seorang anak sangat senang sekali untuk bermain dan belajar. Namun hampir semua waktu dimasa anak-anak dihabiskan untuk bermain bersama dengan teman-temannya. Maka langkah terpenting yang harus dilakukan oleh orang tua atau guru adalah mengajak anak untuk bermain sambil belajar.

  • Mendukung anak dalam belajar

Cara meningkatkan belajar anak yang selanjutnya adalah dengan memberikan dukungan berupa motivasi bagi anak. Dukungan dari orang tua amat sangat diperlukan bagi anak untuk berprestasi di sekolah. Dengan adanya dukungan dari orang tua anak merasak diperhatikan dan ini menjadikannya giat untuk belajar.

  • Belajar sambil berkarya

Belajar tetapi diberi tugas untuk membuat hasil karya seni sendiri tanpa bantuan orang lain dapat memupuk rasa kemandirian anak dan meningkatkan rasa percaya dirinya terhadap lingkungan terutama dihadapan teman-temannya dan hal tersebut juga dapat meningkatkan belajar anaka tentunya.

  • Memberikan hadiah atas prestasi anak

Jika anak memang telah mendapatkan prestasi dalam belajar. Memberikan apresiasi berupa hadiah, bingkisan atau pujian bagi anak yang berprestasi adalah sesuatu yang membanggakan dan membahagiakan anak anak. Contohnya di sekolah anak juara kelas maka sangat dianjurkan bagi orang tua untuk memberikan semacam hadian sebagai tanda bangga terhadap anak.

Pada umumnya anak-anak memang senang jika diberi hadiah terutama hadiah yang mereka inginkan. Disisi lain pemberian hadiah yang dilakukan orang tua dapat menjadi pemicu semangat bagi anak untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah.

  • Berikan masukan

Berikan masukan pada anak dalam mengerjakan tugas mereka. Gunakan kata-kata yang positif dalam memberikan komentar. Anak-anak akan lebih termotivasi terhadap kata-kata positif dibanding ungkapan negatif. Komentar positif akan membangun kepercayaan diri.

Ciptakan situasi dimana para orang tua percaya bahwa seorang anak bisa maju dan sukses di masa datang. Bisa jadi solusi yang kamu berikan ini menjadi pemicunya untuk semangat belajar dan berprestasi disekolah. Karena menyadari bahwa orang tuanya selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya.

  • Hargai kesuksesan dan keteladanan

Hindari komentar negatif terhadap kelakuan buruk dan performa rendah yang ditunjukan anak. Akan lebih baik jika kamu memberikan apresiasi untuk anak yang menunjukan kelakuan dan kinerja yang baik. Ungkapan positif dan dorongan sukses untuk anak merupakan penggerak yang sangat berpengaruh dan memberikan aspirasi untuk berprestasi.

  • Membantu mengembangkan bakat anak

Setiap anak terlahir dengan bakat-bakat yang berbeda. Ada anak yang berbakat dalam olahraga, hitungan dan teori. Bakat setiap anak sudah ada sejak lahir, jadi tugas para orang tua adalah untuk melihat bakat anak dan membantu anak untuk mengembangkan bakat tersebut. Melatih, mengarahkan dan mengembangkan bakat serta minat anak agar kelak bisa menjadi kebanggaan dan bermanfaat bagi masa depan dan cita citanya.

  • Jujur pada anak

Cara meningkatkan belajar anak selanjutnya adalah jujur. Disini baik para pengajar maupun anak harus jujur tentang apa yang mereka rasakan. Anak-anak pada dasarnya memang selalu berkata jujur, jadi ajak anak untuk berdiskusi atau bercerita perihal rasa belajar yang dirasakannya.

Memberikan pengajaran dan pemahaman kepada mereka dengan menggunakan sikap yang terbuka, ramah, penuh kasih sayang dan sabar serta mengerti dengan karakter anak yang bersangkutan. Dengan ini para orang tua bisa melihat apa saja kendala yang dialami anak saat belajar dan juga apa yang membuatnya termotivasi saat belajar.

  • Hindari penggunaan ancaman

Jangan mengancam anak kamu dengan kekerasan, hukuman atau hal negatif lainnya. Bagi sebagian anak, ancaman untuk bertindak negatif mungkin efektif, namun hal tersebut bisa membuat mereka menjadi tidak jujur dan bahkan semakin malas belajar karena takut salah.

  • Belajar sambil diselingi hiburan

Setelah selesai belajar bisa diberikan hiburan ringan yang dapat membuat hati dan pikiran kembali santai. Bisa berupa menyaksikan film kartun lucu yang di dalamnya terdapat pesan moral yang bermanfaat bagi prilaku mereka dan ini juga merupakan cara meningkatkan semangat belajar.

Lalu Bagaimana Membuat Anak Tetap Berkonsentrasi Saat Belajar?

Seperti yang sudah kita bahas di atas tadi, kegiatan belajar adalah sesuatu hal yang sangat membosankan bagi sebagian anak. Selain permasalahan malas dan bosan, ada lagi permasalahan utama anak-anak ketika belajar yaitu konsentrasi belajar. Ada banyak hal, alat canggih dan teman yang membuat konsentrasi anak menjadi terganggu.

Akan tetapi, gejala atau hal ini sebaiknya disikapi oleh setiap orangtua dengan bijaksana. Orang tua hendaknya tidak langsung menyimpulkan bahwa anaknya mengalami gangguan konsentrasi, karena mereka memang sedang berada pada tahap senang untuk menjelajahi dunia mereka dan mengeksplorasi hal-hal baru yang ada di sekitarnya.

Konsentrasi adalah kemampuan memusatkan atau mempertahankan perhatian pada sesuatu hal dalam rentang waktu tertentu. Tingkat konsentrasi yang rendah akan mengakibatkan berbagai efek buruk bagi anak antara lain tugas anak terbengkalai atau anak menjadi seperti “pelupa”, benda-benda miliknya sering ketinggalan dan bahkan hilang lantaran rentang perhatiannya yang kurang, pikirannya bercabang serta tidak bisa fokus.

Lalu bagaimana mengatasinya? Ada banyak hal yang dapat membantu para orang tua untuk meningkatkan konsentrasi pada anak. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi anak:

  • Mengatur pola makan sehat

Pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap daya konsentrasi anak. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula terlalu tinggi. Memiliki kadar gula yang tinggi dalam sistem tubuh dapat menyebabkan sistem tubuh mudah terganggu, misalnya mudah mengantuk dan lesu.

Kurangi makanan yang berlemak, perbanyak protein tanpa lemak seperti telur, protein tinggi akan berpengaruh pada fungsi otak dopamin, yakni untuk meningkatkan konsentrasi lebih mudah. Selain itu, sebagai penunjang untuk kecerdasan otak anak, berikan mereka nutrisi yang baik dan seimbang.

  • Istirahat yang cukup

Bila tubuh anak sudah lelah, jangan dipaksakan untuk terus belajar. Biarkan anak beristirahat yang cukup, karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misalnya ketika mereka pulang sekolah, biasakan agar anak tidur siang walau hanya 1-2 jam. Selain itu atur waktu tidur malam mereka, jangan sampai terlalu larut. Anak yang tidak tidur baik pada malam harinya, maka akan mempengaruhi konsentrasi anak pada keesokan harinya.

  • Membuat jadwal belajar

Orang tua bisa membuat jadwal belajar karena dengan adanya jadwal ini, kamu sebagai orang tua bisa mengawasi mereka dengan baik ketika belajar. Jangan randoman belajar tanpa jadwal, hal ini akan menyebabkan anak kelelahan ketika belajar.

  • Buat anak merasa nyaman

Berikan rasa aman, nyaman, serius tapi rileks dalam pembelajaran. Anak yang merasa tidak aman, tidak nyaman dan terlalu santai tidak akan dapat berkonsentrasi dengan baik serta mudah terdistraksi. Semua hal-hal yang terkait dengan lingkungan belajar, suasana kelas dan cara mengajar sangat besar pengaruhnya terhadap konsentrasi anak.

  • Sesuaikan tugas dengan usianya

Ada kalanya anak-anak tidak bisa fokus dalam melakukan satu pekerjaan karena pekerjaan tersebut terlalu mudah atau terlalu sulit buat mereka. Jadi, berikanlah jenis pekerjaan sesuai perkembangan usianya, tidak terlalu susah tapi cukup menantang untuk diselesaikan.

  • Batasi waktu menonton TV

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Itulah yang dialami oleh sebagian besar anak zaman sekarang, yaitu senang bermain gadget dan senang menghabiskan waktu di depan televisi. Terlalu banyak main games dan menonton televisi dapat membuat anak pasif dari melakukan kegiatan intelektual dan fisik mereka seperti membaca, mengerjakan PR, bermain di luar dan berinteraksi dengan teman-teman serta keluarga. Untuk menumbuhkan kembali konsentrasinya saat belajar, maka atur waktu anak dengan TV dan gadget agar tidak telalu intens.

  • Kondisikan posisi atau tempat belajarnya

Selain waktu istirahat, posisi belajar anak juga akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi mereka saat belajar. Hindari anak belajar dalam posisi tiduran, sambil mengobrol, dekat dengan TV dan lain sebagainya. Posisi yang baik saat belajar adalah dengan duduk tegak dan suasana yang tenang.

Buatlah tempat belajar anak yang nyaman dan sesuai dengan tipe belajarnya. Ada anak yang senang belajar dengan diiringi musik tetapi ada juga yang dapat berkonsentrasi bila suasana hening, sunyi, tidak ada gangguan suara apapun.

  • Melatih ingatan anak

Permainan dalam mengingat sesuatu merupakan cara yang menyenangkan untuk melatih fokus dan konsentrasi. Permainan juga dapat dilakukan sesekali dengan menggunakan media digital seperti komputer atau tablet.

  • Jangan memberi banyak pekerjaan pada anak

Anak-anak memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Memberikan tugas terlalu banyak justru akan membuat anak kehilangan konsentrasi karena pikirannya melayang untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih dia sukai.

  • Ajak anak berolahraga

Tingkatkan aktivitas fisik anak dengan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka seperti bersepeda dan bermain bola. Ketika anak melakukan aktivitas fisik, darah akan dipompa dan kirim ke otak sehingga otak anak tidak mudah lesu dan dapat meningkatkan konsentrasi mereka.

Nah itulah cara bagaimana untuk meningkatkan belajar serta konsentrasi belajar anak yang bisa para orang tua coba dan lakukan. Semoga dapat dipahami dan dimengerti…