Apakah Ada Peningkatan Kecerdasan Pada Manusia?

Guys, jika membandingkan kecerdasan anak zaman now dengan anak jaman old kira-kira cerdasan yang mana, jelas dong anak zaman now, nggak percaya? Berikut data yang dapat membuktikan bahwa anak era milineal lebih cerdas ketimbang anak zaman dahulu.

Paham dengan gambar diatas? Buat yang belum mengerti gue coba jelasin kok, tenang. Okey, gambar tersebut jelas memiliki dua kurva. Jadi kurva yang pertama berada disebela kiri, yang artinya kurva tersebut menunjukan bahwa hasil tes IQ anak-anak tahun 1932. Lo pasti bisa lihat dong kalau nilai tengah dari kurva itu ada di angka 1000 dan itu artinya hasil tes IQ anak-anak di tahun 1932 rata-rata 100. Nah, sementara kurva yang sebelah kanan itu adalah kurva yang menunjukan hasil tes IQ anak-anak ditahun 1997. Lo bisa lihat kalau sekarang rata-ratanya naik jadi 120. Jadi intinya, semua data yang ada dikurva itu menunjukan bahwa IQ anak-anak didunia naik sekitar 20 poin. Melihat bukti tersebut, tentu lo akan bertanya seperti ini:

Mungkinkah Peningkatan IQ Score Dapat Meningkatkan Kecerdasan?

Dengan bangga gue menjawab, yes. Meskipun IQ score memiliki kelemahan cukup lumayan akurat untuk kecerdasan. Nah, perhatiin baik-baikyaaa. Kalau baru aja gue bilang IQ score mempunyai kelemahan. Jadi, maksudnya IQ score ini nggak selalu menjunjukan kalau anak-anak zaman sekarang lebih cerdas dibanding anak-anak zaman dulu. So, pertanyaan yang tepat adalah.

Kenapa Anak di Zaman Sekarang Lebih Cerdas?

Nah, jelasnya ini pertanyaan yang sangat menarik. Fenomena seperti ini biasa memiliki nama Flynn Effect, tentu kalian akan bertanya apa maksud dari nama tersebut? Jadi, nama ini diambil dari James Flynn dialah orang pertama yang nunjukin fenomena tersebut. Kalau lo penasaran pengen dengar langsung dari si James Flynn, lo boleh cek dulu video dibawah ini, dan gue sarani lo tonton sampai selesai yaa.

Gimana respawn lo setelah menonton tayangan diatas? Mungkin lo akan berkesimpulan bahwa orang zaman dulu lebih banyak menggunakan cara berpikir yang konkret beda halnya orang zaman sekarang yang lebih banyak menggunakan cara berpikir yang abstrak. Jadi intinya, cara berpikir abstrak inilah yang membuat orang-orang menjadi lebih cerdas? Untuk lebih jelas nya mari kita kupas kedua mindset tersebut.

Cara Berpikir Konkret vs Abstrak

Basiclly, berpikir konkret itu hanya dapat dilihat dari permukaan saja. Jadi, umumnya dipakek untuk menghafak beberapa fakta. Contoh deh, menghafal silsilah keluarga, menghafal isi teks dari buku, mengetahui kalau kuda bisa dipakai untuk alat transportasi, kambing bisa dimakan, perkutut bisa terbang dan lain-lain.

Sementara cara berpikir abstrak itu bisa lebih dalam dari cuma permukaan saja. Beberapa elemen dalam berpiki abstrak itu adalah :

  • Klasifikasi

Berbagai fakta yang ada nggak cuma dikumpulin sebagai fakta, tapi bisa kita klasifikasikan. Misalnya, antara kuda dan kambing bisa diklasifikasikan sebagai sesama binatang berkaki empat. Atau bentuk klasifikasi yang lebih advanced, perkutut dan kuda sama-sama masuk klasifikasi hewan bertulang punggung.

  • Penggunaan Logika

Misalkan lo percaya kalau semua cowok itu brengsek. Terus lo baru kenalan sama cowok namanya Adi. Nah, kesimpulannya apa? Kalau kita pakai logika, jelas kesimpulannya si Adi ini brengsek. Meskipun kita belum tau fakta apa-apa tentang Adi, tapi karena lo punya premis “semua cowok itu brengsek”, akhirnya lo bisa ambil kesimpulan bahwa Adi pun brengsek. Penggunaan logika ini juga merupakan cara berpikir yang lebih advanced dibanding cara berpikir konkret.

  • Mampu berandai-andai

Maksudnya berandai-andai di sini bukan berfantasi lo lagi jadi Batman atau apa yah. Bahasa Inggrisnya sebenernya lebih tepat: “Taking the hypothetical seriously”. Maksudnya, lo bisa berandai-andai untuk sesuatu yang nggak pernah lo temuin sebelumnya.

Contoh, misalkan gue kasih lo dua premis. Premis yang pertama, “Semua orang memiliki tanduk”. Premis yang ke dua, “Joni adalah orang”. Kesimpulannya apa? Sebelum lo memproses ini ke dalam logika, lo harus bisa berandai-andai dulu kalau “Semua orang memiliki tanduk”, sesuatu yang tentunya absurd dan nggak sesuai kenyataan sehari-hari. Tapi untuk bisa mengambil kesimpulan “Joni memiliki tanduk”, ya lo terima dulu nih premisnya.

Gimana cara meningkatkan kemampuan berpikir abstrak?

Si Jim Flynn juga bilang, cara paling jelas untuk meningkatkan kemampuan berpikir abstrak adalah dengan belajar matematika dan science yang bener (selain math and science, baca buku-buku literature juga sih; tapi untuk bagian ini, nanti lebih detilnya akan ditulis sama Glenn). Maksudnya science itu bukan cuma pelajaran IPA yang lo ketahui yah, seperti Fisika, Kimia, Biologi. Justru gue menekankan sama cara berpikir scientific, di mana segala sesuatu itu untuk dinyatakan benar atau salah, bisa diuji melalui metode ilmiah. Dengan cara berpikir seperti ini, lo juga bisa lihat kalau Sosiologi (misalnya) juga bisa masuk ke dalam science.

Lo nggak bisa melakukan science tanpa klasifikasi. Gimana lo bisa mengklasifikasikan makhluk hidup? Gimana lo bisa mengklasifikasikan jenis-jenis bangun di matematika (bangun datar, bangun ruang)? Gimana lo mengklasifikasikan unsur kimia? Dan lain-lain.

Lo nggak bisa melakukan science tanpa logika. Semua mamalia menyusui. Manusia adalah mamalia. Kalau begitu, manusia …. (apa jawabannya?). Bisa lah ya. Contoh lain lagi: Gue punya persamaan Y = X + 3. Kalau X = 2, berarti berapa nilai Y? Soal seperti ini juga contoh penggunaan logika.

Lo nggak bisa melakukan science tanpa berandai-andai. Gue yakin, lo belum pernah lihat atom, kan? Belum pernah lihat elektron kan? Nah, lo harus bisa berandai-andai untuk bisa ngerti konsep atom, konsep elektron, dan lain-lain. Lo harus bisa membayangkan gaya untuk bisa ngerti fisika.

Itulah sebabnya dengan belajar science yang bener, kemampuan kita akan 3 hal itu jadi meningkat. Efeknya adalah kecerdasan kita pun jadi meningkat karena tiga hal terus-menerus dilatih. Kalau kita udah cerdas, nanti mau belajar apa pun gampang deh, asal suka.

Btw, contoh-contoh di atas itu gue ambil yang sederhana-sederhana yah. Di dalam science, contoh-contoh yang lo hadapi tentunya lebih rumit dan lebih kompleks dari yang gue sebutin di atas. Semakin tinggi tingkat kerumitan yang bisa lo atasi, kecerdasan lo bisa semakin meningkat juga tentunya.

Jadi intinya…

Jadi jelas yah, kalau mau cerdas, latih diri lo terus-menerus untuk berpikir abstrak, jangan cuma berpikir konkret. Inget bedanya, berpikir konkret itu cuma tau permukaan, biasanya cuma untuk menghafal ini dan itu. Sementara, berpikir abstrak itu lebih dari sekedar permukaan. Lo harus bisa melakukan klasifikasi, harus pake logika, dan harus bisa berandai-andai. Kalau lo belajar apa-apa, belajarlah sampe bener-bener ngerti konsepnya. Gitu aja sih…